Senin, 29 Agustus 2016

Happy-Family-Money

Everyone say that pregnant woman has to be happy.

But right now, i really don't know how to do it.

I think care is what i need the most right now since my family and my husband is living in other city. Especially when you choose someone who is ignorant to share your love. And the other side, there are people who has their own issues, must be struggle with their problem and their favorite through the money.

Oh yeah, i am all by my self. Thank you for remind me over and again.

Minggu, 28 Agustus 2016

Killing Us




Pride.
Your pride is killing us.


Please, be more realistic? please :)

Kamis, 30 Juni 2016

Nguping

Saya dan teman saya kepengen makan baso, kami pun makan baso columbia di deket kampus.
ada dua orang bapak-bapak yang lagi berdiskusi serius, saya mikir, kayaknya saya kenal. temen saya nanya sambil bisik-bisik,

"itu profesor X bukan ya?
"kayaknya deh, kayak iya tapi bukan, tapi iya"

lalu saya browsing ke mbah google. terus nemu gambarnya si prof X, langsung nunjukkin ke temen saya,

"sama ga sih mukanya? bener prof X bukan?"
"ga tau juga"

lalu kami makan sambil nguping obrolan dua bapak itu. lalu kami sepakat itu adalah prof X. yaudah kami lanjut makan sambil tetep nguping dan ngobrol sambil nguping. dua bapak-bapak tadi selesai makan, temen saya senyum aja terus ke prof X itu, kalo saya ga bisa kasih senyuman maut, soalnya saya duduk menghadap ke tembok.

selesai makan, kami bayar. tapi bapak kasirnya malah nanya,

"kenal sama prof X ya?"
"eeerrrr... ga kenal sih, tapi tau. jadi totalnya berapa pak?
"sudah dibayar sama pak prof X tadi"

"..."

kami melongo. kok bisa dibayarin? padahal beliau kayaknya ga kenal kami. walopun saya pernah berinteraksi sebentar sama beliau yang dalam kondisi waktu itu ga yakin prof X ini bakalan inget saya, apalagi dengan tampilan saya yang berubah, karena saya sekarang kerudungan, kalo dulu engga.

bahkan sampe keluar dari tempat makan itu kami masih dalam kondisi melongo bingung. tapi terimakasih ya pak, sudah mentraktir kami walopun masih yakin beliau ga mungkin kenal sama kami yang apalah kami ini dibandingkan bapak yang prof nya udah melegendaris di kampus. ehehehe.

Survival

Seseorang bertanya ke saya untuk memilih program PhD based on project atau program regular yaitu dimana ada training dan mempersiapkan untuk menjadi peneliti lihai.

"menurut lo, saya lebih cocok yang mana?"
"kalau kata gue, lo lebih cocok yang regular. lo lebih cocok dibimbing."

jadi, saya lebih cocok ambil yang regular yang pake training dulu katanya. saya memang ga se-pede itu sih untuk bisa bersaing dengan orang-orang expert di dunia dengan kemampuan saya yang sekarang. curiga bakalan keteteran. saya ga protes kalo dibilangin gitu. sedangkan kalau nanya temen-temen saya yang pada hebat-hebat banget, mereka pasti lebih milih yg PhD based on project, jelas digaji, mandiri, dan deadlinenya jelas. saya? jelas ga pede nya. hahahaha

lalu si teman yang bilang saya lebih cocok ke regular, tiba-tiba menambahkan.

"lo itu anaknya survival banget"

ciyeeeeee, secara ga langsung saya dibilang tough gitulah. padahal kalau saya pikir, sebenernya saya bisa survive di dunia kerja sekarang ini karena saya punya teman-teman yang pada hebat-hebat banget. saya ga iri dan ga kepengen menjatuhkan mereka yang hebat-hebat ini, kecuali saya iri kalau mereka bisa jalan-jalan dan tinggal beberapa lama di luar negeri, saya jelas banget iri nya tapi yaudah iri aja gitu kepengen kayak mereka yang hebat-hebat ini. tapi semakin mereka hebat, semakin bahagialah saya, secara ga langsung imbas ke sayanya kan juga enak. ya kan?

pintu rejeki itu terbuka lebar saat kita menjalin hubungan silaturahmi kepada sesama. rejeki ga melulu soal uang. rejeki itu bagi saya adalah sesuatu yang bikin saya bahagia. didengerin kalo cerita, saya bahagia, ditemenin belanja saya bahagia apalagi sampe dibelanjain, diajarin knowledge, saya bahagia, bahkan tugas akhir dan tesis saya juga kolega dan teman ikut berpartisipasi dalam kesuksesannya. dan selama ini teman-teman yang berpartisipasi dalam kehidupan saya itu hebat-hebat semuanya. Alhamdulillaaaahhh.

apalagi proses mencari sekolah laginya ini, banyak teman saya yang hebat-hebat ikut bantu-bantu dan memberi saran untuk saya. Jadi, maaf-maaf aja ya sayanya ngerepotin mulu, habisnya saya ga pede gitu loh, dan mereka itu adalah teman-teman yang kapabilitasnya luar biasa di atas saya dan di atas rata-rata banget. hehehehe. makasih ya. saya bantuin doa aja biar pada sukses-sukses semuanya. Amiinnnn

Minggu, 26 Juni 2016

Ternyata Suami Saya Laki-Laki dan Saya Wanita

Saya lagi sakit gigi karena habis operasi gigi lalu marah-marah sama suami karena ga diperhatiin.

*habis protes sama suami di telpon gara-gara ga khawatir sama kondisi istri yang baru operasi

"lho, aku ga khawatir soalnya aku tau itu ga bahaya, apalagi aku tau kamu kan operasinya di RSKG*. kecuali kamu operasinya di dokter abal-abal baru khawatir"

*saya mewek*

lalu suami saya gajadi marah-marah soalnya istrinya mewek. trus nanya kenapa saya mewek

"aku kan ngerasa apa-apa sendirian jadinya dan blablabla"
"makanya dulu habis nikah, kamu aku bawa soalnya tau kamu itu gabisa sendiri dan blablabla"

jadinya malah merembet ngatain saya ga ikhlas dan blablabla. saya selalu merasa suami saya ini jenius karena bisa bikin saya terpojok.

"emang kamu seneng kalo akunya ngapain?"
"ngasih yang aku butuh"
"kamu butuh apa?"
"yaaa yang dibutuhin"
"kalo aku mikirnya kayak kamu, mikirin aman doang, aku ga akan bangunin kamu saur walopun aku ga saur karena aku tau kamu pasti nanti dibangunin bayu, aku ga akan ngirimin makanan buat kamu saur karena kamu bisa beli, aku ga akan nungguin kamu pulang tengah malem karena tau ada orang tua kamu yang bukain pintu, aku ga akan cancel semua jadwal aku kalo kamu pulang karena kamu bisa sendiri. itu yang kamu butuhin bukan?"
"iya sih...ya trus yang kamu butuhin apa? nelpon kamu? kan tiap hari aku nelpon, dan emang pas kebetulan kmrn aku lagi ga bisa provide itu"
"kan bisa watsap"
"aku kalo watsapan sama kamu harus butuh konsentrasi tinggi dan gabisa sebentar doang"
"emang apa susahnya sih nyisihin waktu 1 menit di sela-sela pergantian aktivitas yang cuma sebaris doang paling nanya, kamu masih sakit, kamu lagi dimana, kamu dan kamu syalalala, masa ga bisa? yang ga harus kamu tungguin hpnya nunggu aku bales lalu kamu bales lagi. toh aku juga ga pernah gangguin kamu di jam kerja kamu"
"ooo... ternyata aku cowo banget ya"

lalu suami saya minta maaf dan jadi ngerti maksud saya selama nyaris 4  tahun saya bawel minta perhatian kecil yang akan saya bahas berulang-ulang ketika kami menjalani LDR.

*lalu kami tertawa terbahak-bahak karena kebodohan kami*

jadi, saya ini ga pernah pake signal-signal yang membebani suami saya harus mikir apa maksud saya dan keinginan saya karena selalu saya katakan to the point apa maksud dan keinginan saya supaya ga salah tangkep, tapi baru 4 tahun kemudian si suami saya ini ngerti apa maksudnya. kebayang ga kalo saya harus pake signal-signal doang dan ga to the point? kayaknya sampe kiamat juga ga akan paham deh.

saya ini wanita yang gila dengan perhatian kecil, yang bodoh dengan menganggap ditanya itu adalah bentuk perhatian yang saya butuhkan selama LDR. rasanya ditanya kabar sekali sehari itu kayak menang dapet emas 24 karat, undian 1 milyar, dan segala materi yang diimpikan oleh wanita lainnya. dan suami saya baru paham setelah berpacaran 3 tahun dan 10 bulan menikah. ironis sih.

lalu beberapa hari setelahnya, saya selalu senyum-senyum liat hape, soalnya suami saya melakukan apa yang tidak biasa dia lakukan. terimakasih ya, sudah mau menikahi saya :)

Selasa, 05 April 2016

sempurna?

3 hari lalu saya terbang ke bandung. menemui madam. menyatakan saya sudah di Bandung siap bertempur. diwejangi, berkarir di sini tidaklah mudah, harus tahan banting. lalu keesokan harinya, bertemu mister, diberi segudang mimpi dan wejangan bahwa saya harus siap berjuang untuk dianggap setengah dewa. tapi saya malah senang, artinya dalam beberapa waktu ke depan saya akan sibuk dan sangat sibuk menggunakan otak saya. lalu saya bertemu suhu satu, dan langsung diberi tugas. saya senang.

jika ingat tiga hari lalu sebelum saya berangkat ke bandung, rasanya beraaaaaaat ketika packing yang artinya, saya lebih memilih kehidupan bandung dengan segala resikonya yaitu berjauhan dengan suami saya yang sampai sekarang karirnya masih menggantung di pulau seberang. Alloh belum juga membukakan jalan agar suami saya bisa merapat ke bandung dan sekitarnya. saat saya mellow, suami saya bilang, "saya menyuruh kamu kembali ke bandung karena tidak mau kamu sedih" lalu bisa ditebak saya banjir tangis. apalagi ketika suami saya bilang bahwa tidak ada lagi yang akan menunggu suami saya pulang kantor di rumah. betapa merasa durhakanya saya kepada suami saya karena saya tidak ikhlas dan kurang sabar dengan kondisi saya. ya, saya sempat frustasi hanya menjadi IRT dan tidak melakukan apapun, jauh dari bayangan saya untuk bisa menjadi IRT yang sibuk. huhuhuhu

tapi, ini pilihan yang sudah dipilihkan Alloh SWT untuk kami. saya tidak bisa menerka apa yang akan terjadi di masa depan. sekarang, saya akan menjalani dengan mengeluarkan seluruh kemampuan saya. karena saya tidak mau pengorbanan suami saya sia-sia. saya percaya ini yang terbaik untuk kami. Inshaa Alloh.

hidup itu tidak akan pernah sempurna, semuanya punya resikonya masing-masing :(

terimakasih untuk suami saya yang selalu memikirkan yang terbaik untuk semua orang yang disayanginya. semoga Alloh akan terus memberikan yang terbaik untuk suami saya, amiiiiiiiin.

Rabu, 23 Maret 2016

DEPRESSION

01.00 PM

SAYA HAID!

Kamu tau perasaan dimana hidup segan mati tak mau? Inilah hal tersulit yang paling membuat saya depresi. Dimana saya takut embrio saya tidak berkembang dengan baik walaupun saya berusaha menahannya agar tetap ada di rahim saya, tapi saya juga tidak mau kehilangan si calon bayi.

Lalu saya haid dan jaringan keluar lagi lebih besar daripada hari kemarin.

Lemas
Sedih
Mewek

Mungkin banyak calon ibu di dunia ini yang mengalami hal seperti saya. dan mungkin menurut mereka saya ini lebay. sedih berlebihan. walaupun banyak yang bilang nanti juga bisa hamil lagi. yang penting kontrol dulu dan rahim tidak ada masalah.

Mau tau kenapa saya super sedih nyaris tidak bertenaga dan pikiran saya melayang kemana-mana seperti orang linglung?

Karena saya merasa gagal. Saya merasa Alloh SWT tidak percaya kepada kami yang artinya kami, saya dan suami, masih banyak kekurangan. kalau dilihat secara finansial, banyak yang lebih sulit dari kami, tapi mereka tetap diberi kepercayaan, berarti finansial bukan menjadi faktor utama kan? lalu apakah dikarenakan mental? ya mungkin. atau dikarenakan kami takabur? mungkin juga. Jadi, saya sedih luar biasa karena saya merasa bahwa mungkin kami terlalu takabur, tidak siap mental, belum berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan si calon bayi. iya, saya depresi.

Atau kalau mau berfikir positif, mungkin ada hikmah di balik semua ini. iya, kami mungkin tidak seberani orang tua lainnya untuk mengambil resiko dan mempercayakan semuanya pada Alloh SWT. ada kakak ipar saya yang rela bolak-balik jemput dan mengantar istrinya yang sedang hamil BDG-Majalengka, ada teman saya yang keluar dari kerja dan menjadi pengangguran untuk beberapa saat ketika istrinya terjadi pendarahan, ada yang rela mempertaruhkan hubungan baiknya dengan orang demi mempersiapkan fasilitas yang baik untuk anaknya, ada yang rela melepaskan karir demi anak. kami? belum. tidak ada satupun pengorbanan yang kami lakukan untuk memberikan yang terbaik untuk calon bayi. jadi, kalau ini terjadi, yasudah harusnya saya ikhlas. tapi pada kenyataannya, ternyata itu hal yang paling sulit dilakukan. saya tetap menangis walaupun secara logika saya sudah bisa menerima hal itu, tapi, hati saya tidak bisa menerimanya sama sekali.

kejadian ini super tiba-tiba. kemarin siang saya pendarahan, divonis janin sudah lepas, hanya dalam kurun waktu yang singkat, 2 jam saja. tidak merasa nyeri, tidak merasakan apapun. iya, saya sendiri juga kaget kenapa tiba-tiba pendarahan.

Mungkin ini cara Alloh SWT menunjukkan kekuasaannya. pasti ada hikmah yang harusnya saya petik. iya. saya percaya itu.

tapi, tahukah kalian? rasanya luar biasa sedih. iya, saya sedih. saya sangat sedih dan merasa dunia hancur. oke saya lebay, tapi itulah rasanya. hati saya masih belum bisa menerima.

Dan semoga, semua orang tua di dunia ini, menjaga anaknya dengan totalitas. karena begitu saya diberi kesempatan, lalu kesempatan itu diambil, rasanya luar biasa sakit. iya, hati saya sakit. saya sedih. semoga Alloh SWT masih mau memberikan kesempatan untuk kami agar bisa menjadi orang tua. Amiiiiiin.