Senin, 22 Agustus 2011

it's not fair

apa pendapat kalian mengenai wanita perokok?
memang wanita perokok adalah hal tabu bagi negara kita. semua orang menganggap bahwa wanita perokok adalah wanita nakal yang sehari-harinya terbelenggu dengan minuman keras dan dunia gemerlap (dugem). padahal jika ditelaah lagi, tidak semua wanita perokok cenderung terkait dengan hal-hal itu.

rasanya tidak adil, ketika laki-laki perokok tidak di cap sebagai laki-laki bajingan. dan wanita perokok di cap sebagai wanita nakal. pasalnya saya sendiri adalah wanita perokok yang masih memegang teguh pendirian saya untuk tetap fokus dengan kehidupan masa depan saya.

sekilas cerita, saya kenal rokok bukan dari pergaulan maupun teman-teman saya. saya merokok bukan karena saya ingin terlihat gaul atau mengikuti pergaulan jaman sekarang. saya merokok karena saya ingin merokok. jadi salahkan saja iklan rokok dan orang-orang yang berkata bahwa rokok itu membuat stress hilang seketika. saya mengenal rokok bukan dari teman-teman pergaulan, bukan dari tempat dugem, ataupun karena pengaruh teman. saya melihat pria-pria ini bisa merokok seenak jidat di keramaian tanpa seorangpun berbicara bahwa laki-laki itu adalah laki-laki bajingan. pada saat saya stress luar biasa dan tidak ada seorangpun yang bisa mengerti diri saya, rokok menjadi salah satu tempat pelarian saya. karena satu-satunya di dunia ini yang paling setia menemani saya adalah rokok. jadi salahkan saja orang yang membuat rokok bisa menjadi seenak ini. dan special thanks buat Indonesia karena telah memproduksi rokok-rokok terenak di dunia. jujur saja, jika saya berada di luar negeri, mungkin saya tidak suka merokok. karena rokok di negara lain tidak ada yang seenak rokok buatan Indonesia. stress saya berkurang semenjak saya merokok.

jadi, kenapa wanita perokok selalu di judge bahwa mereka adalah wanita nakal? it's not fair!
katakanlah saya memang naif selama berpuluh-puluh tahun lamanya. saya tidak kenal minuman keras, saya tidak kenal dugem. dan bagi saya sekedar berpegangan tangan bahkan kissing merupakan hal intim bagi saya. tapi saya memang perokok. dan saya naif dengan hal-hal seperti itu. hanya karena saya merokok, maka sosial menjudge saya bahwa saya adalah wanita nakal.

jujur saja, menurut saya rokok ini membuat saya bertahan untuk tetap sehat. istilahnya mungkin saya pernah nyaris gila dengan kondisi saya. apalagi saya adalah tipe wanita yang memendam segalanya sendirian. pelampiasan saya semata hanya melalui rokok dan tulisan di blog ini. kedua hal inilah yang menjaga saya tidak gila dan menghilangkan kebiasaan saya berbicara pada benda mati. seperti dinding dan kaca yang ada di kamar saya. mungkin saya sempat mempunyai teman khayalan yang secara perlahan menghilang dengan sendirinya.

jadi, tidakkah ada seorangpun yang melihat sisi yang baik dari rokok ini? membuat seseorang bertahan untuk tidak menjadi gila?

dan untuk para orang tua yang sangat kolot di dunia, tidakkah kalian bisa mengerti kondisi anaknya sendiri yang nyaris gila karena kondisi tertekan dari berbagai pihak?
tidakkah para orang tua mengesampingkan egonya dan berhenti untuk menggunakan anaknya sebagai bonekanya?
bisakah para orang tua berhenti berbicara "pokoknya ikutin kata bapak/ibu, kalo ga ngikutin apa kata bapak/ibu pasti celaka" lalu diganti dengan "bapak/ibu akan mendukung apapun pilihan kamu. asal tidak melenceng dari norma dan adat yang ada. bapak/ibu siap mendengarkan cerita dan keluh kesah kamu. dan akan mendoakan setiap jalan yang kamu pilih."
bisakah?

dan bisakah setiap anak-anak yang labil ini bertanggung jawab dengan apa yang mereka perbuat? bertanggung jawab pada diri sendiri. artinya tidak merusak masa depan diri sendiri dan tetap teguh mencapai cita-cita yang ada?

saya sebagai wanita perokok merasa dirugikan dengan orang tua yang kolot dan anak-anak labil yang tidak mengerti apa itu tanggung jawab.

karena walaupun saya perokok, saya tetap bertanggung jawan dengan diri saya sendiri.
saya masih virgin
saya tidak kebergantungan alkohol
saya masih fokus memikirkan masa depan
saya masih berusaha untuk menjaga kesehatan
dan saya masih normal. straight.

bersenang-senang itu boleh, asalkan tetap bertanggung jawab pada diri sendiri.
jadi, pesan saya untuk anak-anak labil yang sok gaul, jika memang hanya ingin gaul, lebih baik anda segera masuk pesantren. karena ke-sok gaulan kalian benar-benar merugikan saya.
dan untuk anda para pengamat sosial yang suka menggunjingkan orang-orang. bisakah anda diam tutup mulut dan mengabaikan urusan yang bukan menjadi urusan anda?

2 komentar:

  1. Begitulah, karna kita masi idup di alam yang patriarki-nya masih kentel. Perempuan selalu jadi urutan rantai blamming paling akhir.

    Dan sebagai anak dengan orang tua yang selalu bilang "pokoknya ikutin kata bapak/ibu, kalo ga ngikutin apa kata bapak/ibu pasti celaka". Gua turut merasakan bagaimana rasanya. Yah gitu deh, LUAR BIASA!!! am i robot? not a human?

    And Yes!!because we are human, we do shitting, so we must do some shit..right??

    BalasHapus
  2. buat yg komen di atas gue, duit beli rokoknya mari ktia sisihkan buat ngawat gigi, kakakakaka!

    BalasHapus