Kamis, 15 September 2011

titik balik

setiap "sesuatu banget" itu pasti ada titik balik. ("Alhamdulillah ya, sesuatu banget" Syahrini, 2011)

seperti titik balik matahari yang terjadi saat bumi dalam posisi sangat miring.
seperti titik balik dalam ilmu kalkulus terdapat titik balik maksimum maupun minimum.
iya semuanya punya titik balik.

dan sepertinya saya menemukan titik balik dari semua itu.
ibaratnya titik balik itu adalah suatu kelimitan akan suatu hal tertentu.
seperti suatu saat saya sangat lapar maksimal, terus menerus lapar, tiba-tiba menjadi sangat kenyang.
benar kan ada titik balik. soalnya saya langsung balas dendam makan 5 porsi dalam sehari.
hal yang dulu biasa, kemudian menjadi tidak biasa, dan kembali dilakukan lagi.
sudah ada berapa titik balik dalam kehidupan saya?

akibat perenungan yang panjang, membaca buku-buku berat yang selama ini tidak pernah saya sentuh, dan berbicara dengan teman baik (yang semoga akan terus membaik hingga akhir hayat. amin), dan keluar dari kotak, menjelajahi dunia *kata sahabat ganteng saya
hingga akhirnya saya mendapatkan titik balik dari semuanya.

terimakasih saran bermanfaat dari teman baik.
bahwa memang saya adalah tipe orang yang tidak bisa disukai semua orang. artinya saya harus berhati-hati untuk ke depannya.

i will do my own way, and you will do your way.

semoga jika suatu saat kita bertemu nantinya, kita telah mencapai tujuan kita masing-masing dengan cara masing-masing.

seperti yang kamu tahu wahai teman baik, saya belajar banyak. banyaaaaak sekali.
dan untuk pertama kalinya selama 3 bulan terakhir ini. saya bisa tertawa dari hati
bisa menerima kondisi yang ada tanpa pernah merasa menyesal
titik balik itu ternyata memang baik :)
bukan berarti saya sudah memaafkan seseorang itu ya
dalam hal yang personal seperti itu, saya tidak pernah bisa benar-benar memaafkan ternyata
saya bukan Tuhan soalnya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar