Rabu, 14 Desember 2011

simpatisme HAM

seperti biasa, saya sedang autis dengan kondisi sekitar saya. apatis.
lalu heboh baca di twitter ada kasus sondang yang bunuh diri di depan istana presiden.

ada reaksi mahasiswa bandung pada simpati dengan cara demo berkoar-koar di jalan tentang masalah HAM dan menyalahkan ITB karena ga ikut-ikutan sama mereka, ga melakukan apa-apa. katanya sih apatis.
rekasi pemerintah?
reaksi mahasiswa UBK?

halah pusing saya denger kabar beginian. semuanya berpikiran sempit dan berpikir merekalah yang paling benar.
damn it! baru menyadari kalau tidak ada benar dan salah yang mutlak.

di sisi sondang, mungkin dia berharap dengan kematiannya semua akan ikut-ikutan berkoar-koar mengenai HAM, pemerintah menjadi tidak apatis dengan demo dan suara rakyat.
di sisi lain, mahasiswa bandung, mungkin berharap dengan simpatisme yang berkoar-koar mengenai HAM tersebut adalah bentuk simpati yang paling benar, dengan melanjutkan aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa UBK.
dan di sisi KM ITB, mungkin saja mereka merasa bahwa bentuk simpati tersebut tidaklah berguna, dan merasa bahwa apa yang dilakukan sondang adalah salah. dan mereka lebih baik berpura-pura apatis, dan sedang merencanakan sesuatu. mungkin.
begitulah sisi positif yang dapat diambil.

tapi,,,
walaupun semua ikut bergerak hatinya karena kejadian sondang, termasuk saya yang secara signifikan ikut-ikutan terpengaruh dan ingin menulis mengenai kejadian tersebut, menurut saya, it is useless.
bagaimana bisa semuanya menghilangkan sifat kemanusiaan yang dimilikinya. melihat dengan santai aksi bunuh diri tersebut. berarti memang benar, dunia ini sudah hancur. dengan berakhirnya sifat kemanusiaan yang ada.

bagaimana bisa manusia dengan santainya yang melihat kejadian itu secara langsung hanya bisa diam tanpa berusaha menghentikan aksi bunuh diri tersebut.
bagaimana bisa aksi simpati bunuh diri digantikan dengan demo mengenai HAM.
bagaimana bisa KM ITB hanya diam, apatis, dan hanya menyalahkan aksi bunuh diri tanpa melakukan apa-apa.
bagaimana bisa pemerintah juga cuma bisa diam. pidato. dan hanya memberikan gelar patriot, menyuruh kita untuk melanjutkan perjuangan.
bagaimana bisa aksi bunuh diri dianggap heroik, padahal nikmat Tuhan yang tidak boleh kita sia-siakan adalah hidup. hak asasi manusia paling tinggi adalah HIDUP.
bagaimana bisa saya hanya bisa menulis blog, tanpa mempunyai mimpi ingin memajukan pemerintahan, atau sekedar bersimpati dengan menulis di blog.

rasanya ini semua sudah mendarah daging. semua orang sebenarnya apatis, egois, dan menganggap dirinya paling benar.
menyedihkan begitu mengetahui bahwa memang dunia sudah diisi dengan manusia-manusia yang bobrok.

jadi haruskah kita meneruskan perjuangan manusia yang berkoar-koar mengenai HAM, tapi malah membunuh HAM itu sendiri?
yang seharusnya kita berdoa, menyalakan seribu lilin semoga arwah sondang diterima di sisi-Nya, dan diampuni dosanya karena telah menyia-nyiakan hidup yang diberikan oleh-Nya.
yang seharusnya pemerintah menjadi berpikir untuk tidak egois dan mendengarkan rakyat, bukan egois mengeruk kekayaan untuk diri sendiri,
yang seharusnya semua tergerak ingin memajukan negara Indonesia, memajukan mental masyarakat Indonesia dengan tidak menyia-yiakan ability yang dimiliki.
dan tidak saling menyalahkan?

lagi-lagi ini adalah politik yang tidak pernah saya mengerti.
kejadian ini malah mengingatkan saya akan cerita sejarah mengenai Indonesia yang belum merdeka.
diadu domba, berjuang sendiri-sendiri, egois mengeruk kekuasaan, berusaha menjadi manusia yang mulia padahal iblis sudah memenuhi hati mereka.
itulah pokitik, dimana seseorang nun jauh di sana yang sudah tidak berhati manusia lagi bersembunyi dan merencanakan ini semua agar keinginannya untuk menguasai dunia bisa terpenuhi.
dan manusia yang bingung akan hatinya hanya menjadi anjing-anjing dari para iblis itu untuk saling membunuh.
damn! i hate politics

hahaha, naha aing jadi serius gini nulis beginian.
ya bagaimanapun juga, jangan pernah menyia-nyiakan hidup.
mulailah kebaikan dari yang paling kecil, dari yang bisa kita lakukan sebagai manusia.
have a nice day,,,
semoga tidak ada lagi nyawa manusia yang disia-siakan oleh manusia. amin.
karena hidup adalah anugrah yang paling besar nilainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar