Jumat, 20 Januari 2012

Perjanjian antara setan dengan malaikat (part 1)

Hari galau bagi dua wanita galau.
wanita pertama berusaha menghilangkan kegalauan dengan autis jalan-jalan sendirian.
Jalan kaki mengelilingi kota nyaris metropolitan tanpa tujuan.
Tiba-tiba sampai di tempat karoke. dan karoke sendirian.
ketemu dengan tempat makan, lalu makan sendirian.
Lalu jalan kaki lagi. dan skip. tiba-tiba sudah sampai di tempat antah berantah.
dan memutuskan untuk pulang di tengah malam.
lalu skip, dan tiba-tiba sudah sampai di depan kosan.
memutuskan meringkuk di dalam selimut. lalu tidur.

wanita kedua berusaha menghilangkan kegalauan dengan aktivitas yang memakan waktu dan pikiran.
wanita kedua menjadi gila kerja.
berangkat pagi pulang malam. kuantitas pekerjaanpun meningkat jauh lebih drastis daripada hari-hari tanpa galau.
pulang kerja, lalu meringkuk dalam selimut dan tidur.

wanita kedua bertanya "sampai kapan kegalauan ini akan berakhir?"
wanita pertama juga menanyakan hal yang serupa.

tibalah kedua wanita galau ini memutuskan untuk mengautis bersamaan.
wanita galau tanpa tujuan ini memutuskan untuk main bilyard.
keduanya sama-sama bodoh.
tapi berhubung sedang galau maka kedua wanita bodoh ini tidak peduli akan mas-mas penjaganya sering memicingkan mata. mungkin di dalam hati si mas-mas ini "ini wanita-wanita bodoh ini niat main bilyard apa main gundu sih"
juga kedua wanita bodoh dan galau ini juga masa bodoh dengan lirikan orang sekitarnya yang di dalam hati mereka menertawakan kelakuan absurd cara bermain bilyard yang teramat bodoh.
tapi kedua wanita ini tetap cuek. bola tidak masuk tetap tertawa bahagia. bola masuk, kegirangan hingga lompat-lompat. tidak tahu bahwa bola bilyard sudah capek dimainkan oleh dua wanita bodoh ini seperti bermain gundu. jadi memutuskan untuk sembunyi di balik meja bilyard. ternyata hanya kebetulan yang nyata.

malam itu adalah malam yang super menyenangkan.
kegalauan musnah seketika. lupa seketika.
hingga tiba saatnya mereka harus kembali menghadapi kenyataan hidup yang pahit.
seberapapun kedua wanita bodoh ini mencoba untuk menghilangkan perasaan yang campur aduk. rasa galau yang dilanda akibat patah hati.
seberapapun kedua wanita ini berusaha untuk masa bodoh, dan mencoba untuk menghadapi hal baru, selalu ujung-ujungnya kembali lagi ke zona yang itu-itu saja. zona kenistaan. zona yang sangat pasti dimana tidak ada satu orangpun yang mau terjebak dalam zona tersebut.

wanita kedua bertanya, "kayaknya semua hal udah kita coba. kita udah usaha segala hal. tapi kenapa. kenapa rasa sakit hati ini seberapapun berusaha untuk dimusnahkan. ujung-ujungnya tetap tidak bisa"
wanita pertamapun berkata, "ternyata rasa sayang itu membunuh dan menggerogoti diri secara perlahan. rasanya hidup segan matipun tak mau."
lalu tiba-tiba memikirkan sebuah perjanjian. perjanjian dimana tidak ada malaikat ataupun setan yang berani mengusik perjanjian tersebut.
wanita pertama berkata. "ada hal yang belum pernah kita coba. kembali ke Tuhan."
seketika suasana hening. ibarat kata, tidak ada yang pernah menyangka kata-kata itu keluar dari mulut si wanita pertama. mungkin malaikat ada di sana untuk mencoba mengarahkan kembali kedua wanita ini kembali ke jalan yang benar.
tetapi tiba-tiba, wanita pertama berkata lagi, "yah, kita coba saja. jika memang ini sudah berjalan semaksimal mungkin dan tidak ada hasil. kita lakukan semua hal sesuka hati. berarti mungkin sebegitunya kita tidak disukai oleh dunia. termasuk pencipta kita sendiri."
selalu ada godaan di sela-sela kebaikan. selalu ada setan dan malaikat di setiap hal yang akan dilakukan.
lalu suasana kembali hening.
kedua wanita galau ini kembali meringkuk di dalam selimutnya masing-masing.

apakah yang akan terjadi?
akankah kedua wanita galau dan bodoh ini bisa melewati cobaan yang telah membuat air mata mereka sekering gurun sahara. dan berhati sedingin kutub utara?
mari ikuti cerita singkat mengenai kehidupan dua wanita galau dan bodoh ini di part selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar