Minggu, 13 Mei 2012

mbak bunga

Karena ditinggal pergi oleh teman sekamar yang sedang sakit, lalu karena tidak ada kerjaan mari menulis.
karena bingung mau menulis apa. mood juga ga bagus dan ga buruk. jadi standar-standar aja. jadilah saya memahami sesuatu hal secara luar biasa. mengenal manusia secara luar biasa. dan ingin sekali menulis tentang seseorang tersebut. sebut saja namanya bunga.

ceritanya bunga ini adalah manusia yang sangat pandai dalam kehidupan. menurut saya dia pandai dalam segala bidang. tapi dari segala bidang itu, ada satu hal yang paling saya senangi dan terkagum-kagum dengan manusia ini. salah satunya adalah sangat pandai dalam bersosialisasi. dalam masalah kehidupan seperti apapun, dia selalu pandai membuat manusia lain dekat dengannya. pasalnya setelah saya perhatikan lebih seksama, memang bahaya sekali mencari masalah dengan bunga ini. karena pasalnya bunga akan selalu bisa memutarbalikan keadaan seperti apapun. saat pointing menuju ke arah dia, dengan lihainya bunga ini bisa membuat pointing ini berakhir pada yang lain. aduh mbak, saya kagum sekali loh sama kamu. cinta mati deh ibaratnya. salut to the max. dan saat ini saya ingin berguru pada si mbak bunga ini. tapi kok ternyata hasilnya memang tidaklah enak.

mungkin orang lain sering melihat hidup seperti orang lain itu enak. ingin seperti mereka. mengumpat Tuhan kenapa hidup kita tidak seperti orang tersebut. tapi ternyata ada masalah dan kesedihan yang sering dialami oleh orang tersebut yang tidak pernah kita ketahui sama sekali. seperti si mbak bunga ini. ternyata si mbak bunga ini memiliki kehidupan yang rumit juga. kita melihat kehidupan dia yang berhasil, tetapi ternyata untuk membuat orang melihat kehidupan dia yang seperti itu ternyata tidaklah mudah. banyak ilmu-ilmu psikologis yang harus dipelajari. seperti harus memutar balikan fakta itu ternyata tidaklah mudah, menginfluence lingkungan seperti yang mbak bunga mau ini juga tidak mudah. jadi ibarat kata, si mbak bunga ini harus menahan emosi dirinya sendiri dimanapun berada. tidak mempertunjukan emosi dia di depan umum. bahkan ada kasus-kasus tertentu dia harus memperlihatkan emosi palsu bukan emosi yang sesungguhnya. berat sih kalo jadi wanita. makanya saya salut sama si mbak bunga ini. dan ternyata walaupun dekat dengan siapapun dan terlihat banyak manusia yang dekat dengan dia, jauh di lubuk hati mbak bunga ini, tersimpan kesepian yang sangat mendalam. bahkan sempat kehilangan jati dirinya. tidak mengerti seperti apa dirinya yang asli. bahkan saat menikah dengan seseorang, pernikahan itu tidak berjalan dengan baik. karena satu, selalu terbiasa untuk berusaha menutupi kesalahan yang mbak bunga ini perbuat dan selalu berusaha untuk memutarbalikan fakta. dan begitu hidup bersama dengan seseorang alias suaminya ini, mbak bunga menjadi tidak terbiasa. suaminya juga shock dengan diri mbak bunga yang aneh. bahkan mbak bunga tidak tahu siapa dirinya itu. sehingga pertengkaranpun terus berlanjut. walaupun tidak bercerai, tapi hari-hari yang dilalui oleh mbak bunga in iterasa begitu berat. nyatanya dalam kehidupan sosial dia harus bermuka banyak, lalu dalam kehidupan berkeluargapun dia harus menjalani hal yang sama. nyatanya dia tidak pernah bisa menjadi dirinya sendiri hingga sekarang.

hal ini terkuak saat saya menyatakan iri dengan kehidupannya. ingin bisa menguasai ilmu-ilmu psikologi sosial seperti mbak bunga. dan mbak bunga bersikeras bahwa menjadi dirinya itu tidak enak. ada hal-hal yang enak tetapi ada hal-hal yang tidak enak. dan dari sekian banyak hal enak itu, hal yang paling membahayakan diri adalah ketika kita tidak bisa menjadi diri kita sendiri. jadi, mbak bunga ini berharap saya tetap mempertahankan diri menjadi diri sendiri. walaupun akan susah pada nantinya, tetapi jika sudah tau bagaimana diri sendiri, maka walaupun akan menjadi bunglon di tempat tertentu, setidaknya menjadi diri sendiri itu tetap perlu. apalagi saat menjalin hubungan dengan seseorang. karena pada saat menikah nanti, keluarga adalah hal yang akan membuat kita nyaman dalam kehidupan sehari-hari.

oke mbak bunga, terimakasih atas sarannya.
tapi setelah saya pikir-pikir lagi, memang sih untuk mempertahankan diri untuk tetap menjadi diri sendiri itu sangat sulit jika dibentrokan dengan kekejaman sosial yang sering terjadi. pesan mbak bunga, tetaplah berpikiran positif, biar semua hal positif akan terus terjadi dalam kehidupan kita.

dan satu lagi pesan mbak bunga,
musuh paling berbahaya dalam kehidupan adalah teman terdekat atau yang biasa kalian sebut sebagai sahabat. jadi bijaklah dalam memilih teman dekat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar