Kamis, 28 Juni 2012

Random Thought

Sebutlah saya memiliki pikiran yang random untuk malam ini.
Sebuah pertanyaan yang mengusik saya secara tiba-tiba.

Untuk apa saya hidup di dunia ini?

Pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah ada beberapa bulan yang lalu. Hanya saja pertanyaan ini baru muncul dalam diri saya di malam ini. Sehingga dari puzzle-puzzle itu saya baru menemukan korelasi antara pernyataan bahwa kita hidup untuk saling bantu yang lainnya. artinya hidup kita ini dinilai berguna apabila kita bermanfaat untuk yang lainnya.

dan tertohoklah saya, jeger duar jeger duar *backsound kepala bahwa artinya selama nyaris 23 tahun saya hidup, ternyata hidup saya adalah sia-sia. tidak memberikan apapun untuk orang lain.

jadi, apa sih yang saya kejar selama ini?
Paradigma masyarakat modern membuat saya hanya memiliki pemikiran yang sempit.
Orang tua jaman dahulu, menyekolahkan anak-anaknya dengan dasar pemikiran bahwa sekolah akan memberikan bekal ilmu untuk anak-anaknya. Mereka berharap bahwa dengan ilmu, anak-anaknya bisa menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara. Menjadikan orang hebat yang bisa mengembangkan daerahnya menjadi lebih maju dan sebagai-sebagainya.

Jaman berkembang menjadi modern. Sekolah digunakan untuk mengejar nilai, bukan ilmu. Aturan-aturan diberlakukan sehingga pemikiran berubah menjadi ganas. Menjadi nomer satu atau lolos demi memenuhi aturan jenjang pendidikan tersebut. Dari persaingan tersebut tujuannya cuma satu, mencari pekerjaan yang layak. Lalu setelah mendapat pekerjaan yang layak? Pemikiran menjadi terpusat hanya uang uang dan uang. Karena faktanya, jaman sekarang uang dapat digunakan untuk membeli kebahagiaan. Setelah itu mati. Uang tidak dibawa mati.

Sia-sia.

Jujur, saya selama ini apa yang saya lakukan dan yang ingin saya capai, hanya ingin membuat orang tua saya senang. Orang tua saya tidak menuntut apa-apa dari saya, hanya menginginkan saya bisa hidup layak yang mandiri. Karena tidak selamanya kita akan terus dijaga oleh orang tua kita bukan? (omigot, ini bagian paling menyeramkan bagi saya).

Cukupkah saya hidup dengan tujuan hanya ingin menyenangkan orang tua saya?

Tiba-tiba saya ingin lebih dari itu. Saya ingin berguna bagi orang banyak. Lalu tiba-tiba saya mempunyai rasa takut akan kematian. saya takut saat saya mati, saya masih belum bisa memberikan apa-apa untuk orang lain. Dem, itu artinya hidup saya sia-sia kan? (ketok kayu sambil bilang amit-amit 3x)

Harapan saya malam ini dengan pemikiran random yang secara tiba-tiba muncul ini,
Berharap saya bisa memberikan hal-hal yang berguna dengan baik untuk orang lain. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar