Minggu, 24 Juni 2012

wanita cerdas

disahkannya gelar ST seminggu kemarin, lalu mengikuti berbagai tes untuk masuk s2, dan kejadian-kejadian lucu saat saya tes, dari yang telat, bikin berisik pada saat tes dan lain-lain, dan sampailah pada pertanyaan

"setelah lulus s2 mau kerja dimana?"

saya jawab, tidak tahu begitupun hati kecil saya berkata ingin menjadi dosen. (pekerjaan yang mulia bukaaan).

inilah latar belakang kenapa saya ingin s2 dan ingin menjadi dosen walaupun pada nantinya entah bagaimana Tuhan akan membawa saya pada rejeki saya yang sebenarnya.

di kampus, saya tergolong mahasiswi yang dipandang sebelah mata. dari segi intelektual dan segi habbit. saat saya mendapatkan nilai A, orang akan berkata "kok lo hoki banget sih" atau sekedar berkomentar tidak percaya.
karena saya wanita perokok, lalu orang beranggapan bahwa saya wanita nakal, tidak berpendidikan, tidak mempunyai prinsip. isinya hura-hura dan sebagainya. saya dianggap sebelah mata sebagai wanita.

hal itulah yang menyebabkan saya ingin membuktikan kepada dunia, bahwa wanita perokok tidaklah bisa disamaratakan. sekali lagi saya bukan perokok sosial yang beranggapan bahwa merokok itu membuat saya terlihat hebat, atau hanya ingin sekedar bergaya. atau karena lingkungan saya menjadi perokok. hell, NO!
setidaknya saya beranggapan bahwa rokok itu sudah menyelamatkan saya dari kegilaan dini dan membuat ketagihan. (motivasi saat ini belum cukup untuk membuat saya berhenti. hahaha)

oleh karena itu, saya ingin merubah pandangan, bahwa wanita perokok itu juga berpendidikan.
saya wanita bebas, tidak suka dikekang tapi mempunyai aturan tersendiri. kalo kata dosen saya, manusia itu diberikan kebebasan, tapi kebebasan yang beraturan.

dan sebagai wanita, sebegitupun saya berambisi ingin memiliki profesi yang lain, cita-cita setinggi langit, pada akhirnya saya harus menyadari kodrat saya sebagai wanita. menjadi ibu bagi anak-anak saya nantinya. oleh karena itu, sebagai wanita, kita harus menjadi wanita cerdas yang berpendidikan, sehingga ketika kita mempunyai anak pada nantinya, mereka sudah dididik oleh orang yang berpendidikan. dan motivasi terbesar saya untuk berhenti merokok, adalah terletak pada anak. karena saya belum punya anak, dan masih enjoy sendiri mengejar mimpi, jadi mari menikmati hidup sebelum mendapatkan tanggung jawab yang sangat besar nantinya.

sekedar untuk brain storming untuk wanita-wanita di dunia, pengaruh wanita dalam kehidupan dunia itu sangatlah besar. menjadi wanita yang cerdas itu adalah hal paling utama. cerdas secara intelektual dan mentalitas. pada saat intelektual tidak diimbangi dengan mentalitas, maka kita hanya menjadi wanita robot yang tidak berperasaan. pada saat mentalitas tidak diimbangi dengan intelektual, maka kita hanya menjadi wanita bodoh yang hanya mementingkan perasaan.

mari merenung, ingin menjadi wanita yang seperti apakah kita ini?
saya pribadi, saya ingin menjadi wanita cerdas, bebas tapi mempunyai aturan, mempunyai prinsip.
karena benar itu hanya milik Tuhan. di dunia kita hanya mengenal benar yang mutlak relatif. bukan mutlak. jadi, pemikiran seperti apapun sebenarnya benar apabila bisa melihat dari berbagai sudut pandang. bukan sudut pandang yang itu-itu melulu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar