Rabu, 24 Oktober 2012

everybody's changing

Sebelum cerita, mari kita dengarkan lagu keane everybody's changing yang sungguh akan dibahas pada blog saya kali ini. wihiy.


You say you wander your own land
But when I think about it
I don't see how you can
You're aching, you're breaking
And I can see the pain in your eyes
Says everybody's changing
And I don't know why

So little time

Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same

You're gone from here

And soon you will disappear
Fading into beautiful light
Cause everybody's changing
And I don't feel right

So little time

Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same

So little time

Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same

Suatu hari saya bertemu dengan teman laki-laki saya yang notabenenya skrg sudah bekerja, sudah mapan, sudah plus-pluslah ya. Ceritanya dia ini teman kopla saya sehari-hari waktu semasa kuliah saya dulu. (beberapa teman sih lebih tepatnya). Nah ada yang ga bertemu berbulan-bulan lamanya, ada yang setahun, ada juga yang bertahun-tahun. Waktu ketemu ini sih ceritanya berharaplah saya bahwa saya dengan teman-teman saya ini bisa kopla-koplaan lagi. bisa cerita ngalor ngidul yang gatau ujungnya mau dibawa kemana. maklumlah saya seteres sebenernya menghadapi kehidupan yang akhir-akhir ini jadi jauh lebih serius dibandingkan sebelum-sebelumnya. kangen kehidupan "ga mikir" ala seorang mami-mami yang isi obrolannya ga pernah serius dan ga berbobot. daaaan jeng jeng jeng terkaget-kagetlah saya ternyata semuanya di luar ekspektasi. sekedar fyi berbagi rasa shock aja sih, sekarang semuanya bercerita mengenai diri mereka sendiri. ALL. okei. dan serius. ga semua sih emang, tapi rata-rata ya begitu.

masa depan. pernikahan. pasangan. pekerjaan.
dan ga munafik saya jadi terbawa juga jadinya kan. HAHAHAHA

belum lagi pembicaraan tiba-tiba ga jauh-jauh dari ekonomi, politik, dan hukum. oh well, itu makanan sehari-hari saya selama saya menuntut ilmu di dunia yang seperti sekarang ini. sampai bosan lalala banget ~_~

trus jadi mikir, memang ya laki-laki itu diuji pas lagi dalam kondisi lagi di atas. kalo lagi di atas kelakuan itu bisa semena-mena gitu. yang tadinya ga bertingkah, sekarang jadi bertingkah. ya bertingkahnya macam-macam sih. ada malah yang jadi lebih dewasa. tapi ternyata orang dewasa itu membosankan ya. hahahaha.

ada juga teman-teman wanita saya yang sudah melanglang buana ke kehidupan baru. dunia kerja. kalau yang udah punya pasangan galaunya paling masalah kerjaan, masalah mengumpulkan uang buat menikah, kalau yang single ya standar-standar aja. galaunya ya cuma satu. minta dicariin cowo. tapi ibaratnya, standar cowo si temen-temen wanita saya ini seperti garis linier menuju ke bawah. standar mereka menurun. dan terheran-heran juga sih. inilah disaat idealisme dibentrokan dengan dunia nyata.

perbedaan wanita dengan laki-laki. standar laki-laki untuk para wanita seumuran saya ini malah menurun, sedangkan standar wanita untuk para laki-laki ini malah naik. fufufufufu.

dan bagaimanakah dengan saya?
well, ga jelas sih. masih abstrak. segi pekerjaan dan mimpi, yaaah standar-standar ajalah. segi kehidupan, bisa ga datar-datar yang asik gimana gitu. segi drama telenovela,walaupun saya dibentrokan dengan berbagai kondisi dan realita yang seperti ini, saya tetap menganut prinsip Ted HIMYM, "the one and only". beuhh sangar kan.

namanya hidup ya. pasti buat orang-orang yang udah mengalami kejadian kayak saya ini bakalan bilang "welcome to our world", bagi yang belum merasakan cuma bilang "galau amat sih". HAHAHAHA.

Selamat menjalani hidup masing-masing deh kalau begitu.
tapi saya selalu merasa beruntung. kenapa? soalnya entah bagaimana ceritanya saya selalu dilindungin sama orang-orang yang berniat jahat sama saya. Alhamdulillaaaaaahhhh :)

terkadang, insting itu jauh lebih berguna daripada logika. hahahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar