Senin, 11 November 2013

Perang NON-KONVENSIONAL

berawal dari kekecewaan gue terhadap sulitnya dana yang turun sama peme*** gue terkait sama seminar dan penelitian yang gue lakuin. tetek bengek syarat2 itu bikin gue mati rasa. tadinya dana untuk seminar dan penelitian udah di approve dengan syarat reimburse, ngasihin bukti tiket dan lain sebagainya, tapi yang namanya tiket pesawat itu harus asli tanpa agency darimanapun. bener2 harus dari maskapainya langsung. jadi, tiket gue dipermasalahin cuma gara2 ada lambang travel agent yang uda resmi kerjasama sama si maskapai penerbangan ini. dan masih dibilang minta YANG ASLI. tolol ga sih?

belum lagi dana-dana penelitian yang lain2 dipermasalahin lagi, sulit keluar dan lain sebagainya. jadi wajar aja dong ya sebagai akademisi yg merasa tertindas dikarenakan tidak supportnya peme*** sama kita untuk mengadakan penelitian2 yang bertujuan memajukan bangsa ini, semakin pada kabur dan mencari kesenangan di tempat lain. ga heran para scientist pada kabur ke luar dan negara lainlah yg akhirnya maju karena kurangnya dukungan terhadap scientist. (asas praduga tak bersalah).

tapi di berbagai pihak lain, banyak hal-hal ga penting yang prosesnya dipermudah. dan itu super sangat memboroskan uang negara. TOLOL.
timbunlah korupsi sebanyak-banyaknya, buatlah peraturan semena-mena, lakukanlah hal-hal illegal, lepas tanganlah peme***, LALU NEGARA GUE BAKALAN DIINVASI.

gue pernah denger yang namanya perang NON-KONVENSIONAL (sumbernya lupa):
ciri-cirinya:
1. political decay
kayak yudiciary decay
2. neolib
pasar bebas, negara ga ikut campur
3. organized crime
kayak badan2 illegal, tindakan illegal, narkoba, dll
4. non state actor
mempengaruhi kebijakan negara, kayak masang kilang minyak kok di indramayu. salah satu contoh aja sih, ya pendapat namanya jugak

kalo negara ga bisa menjaga itu semua dan sampe kejadian kayak gitu, tamatlah negara tercinta gue. negara gue bakalan diinvasi, karena disebut sebagai FAILED STATE.

kebayang dong, hasil keserakahan individu bapak2 dan ibu2 yg berwenang. bisa nyebabin kerugian semua umat manusia. harta yg lo timbun sampe anak cucu ga akan ada artinya ketika invasi itu dateng.

mau tau yg lebih ngenes lagi?
yes, plat mobil kantor harus pake bahan bakar pertamax, ga boleh premium. menurut lo?????? lagi2 negara yg bayar dong ituuuuu, sama aja boong yes?
sekalian aja naikin BBM, subsidi BBM dialokasiin ke gaji PNS, sekalian yg mahaaaaaaaaal, biar kota-kota ga ada lagi kemacetan. dialokasiin buat bikin transportasi kek, jangan dipake buat beli hal2 ga becus yg ga guna. meeeeeeen, gue sebagai orang yg lahir di sini besar di sini, keturunan asli sini, sedih banget ya ngedenger kasus2 berita yang orang2 ud ga ada moralnya sama sekali.

ngapain pusing2 kora-koar ga boleh ada hukuman mati, tapi pembunuhan, pencabulan, korupsi, ada dimana-mana?
sekalian aja kasih hukuman mati buat orang2 yg uda ga bermoral. gue sih ga ahli HAM, tapi kalo uda ada manusia yg ngebikin HAM orang lain kecabut, ya cabut juga HAM si tersangka itu, daripada penjara penuh, mending hukum mati aja dah. (liberal banget omongan gue, plis)

iya nih, efek sakit gigi, bikin semua yg ga beres jadi merambat kemana2. ya anggep aja tulisan gue angin lalu lah. teu balegh ceunah orang sunda mah. namanya juga uneg2. ya muup2 deh ya, habis gue capek sama kasus2 yg uda ga bermoral di berita2 d tipi. bikin gerah.

dimana sih rasa manusiawi sodara2 sekalian?
we are human with humanity!

lalalalalalalla
*curahan hati seorang yang sedang sakit gigi ngokngok

1 komentar:

  1. Negara ini tidak pernah merdeka sejak dulu hingga sekarang , kemerdekaan yang kita rayakan adalah delusional , suatu hal yang dianggap , diakui dan diterima oleh hampir seluruh ummat di bumi ini dan demikian pula dengan sebagian besar negara-negara di dunia ini yang merasa berdaulat namun faktanya....tidak sama sekali :) , Singkat cerita , salah satu contoh terbesar dan paling kasat mata adalah Cadangan Devisa , mengapa kita butuh USD yang notabene adalah Sovereign Credit dari negara asing ? mengapa kita butuh utang dalam mata uang USD , yang notabene sama dengan menggadaikan Sovereign Credit negeri ini menjadi Sovereign Debt ? karena negeri ini sama dengan negeri2 lain harus membeli USD untuk bertahan hidup , harus membeli USD sebelum membeli minyak dan komoditas lainnya , dan sayang seribu sayang hegemoni ini bukan dilawan namun dilegitimasi dengan barisan koruptor , kleptokrat , maling kapiltalis liberalis yang kebablasan untuk kepentingan diri , pribadi , kelompok atas nama kekuasaan.

    - abe -

    BalasHapus