Selasa, 07 Januari 2014

Cara Bekerja Doa

Pada dasarnya manusia diberikan akal untuk belajar akan sesuatu hal. dan kadang-kadang manusia suka lupa kembali ke kodratnya, bahwa mereka hanyalah manusia. tidak ada satupun yang pasti di dunia ini, kecuali ketidakpastian. kata Einstein sih begitu.
Ceritanya keluarga gue lagi mengalami masa-masa rusuh dimana keinginan seorang anak tidak sama dengan keinginan orang tua. dan itu terjadi berulang kali, termasuk gue pernah mengalami hal itu, dan tentunya kedua kakak gue, mas dan mba. Mau bagaimanapun kuatnya keinginan anak jika tidak bisa mengambil benang merah dari keinginan orang tua, selalu ujung-ujungnya menemui kegagalan. makanya, sebagai anak, kita cuma bisa meminta doa orang tua agar mendukung apa yang kita cita-citakan selama ini. karena gue menyadari bahwa kekuatan doa orang tua itu begitu dashyatnya.
Dan ternyata itu tidak hanya terjadi di keluarga gue, teman-teman gue seringkali mengeluhkan hal tersebut. terkadang seberapa jauh mereka berusaha berbelok dari keinginan orang tua, ujungnya berakhir di jalan yang orang tua inginkan. Curang memang, kenapa orang tua itu selalu benar. tapi yang gue dapatkan di sini adalah, karena kasih sayang orang tua itu tidak pernah putus, terlalu besar bahkan anak yang selalu merasa bahwa dirinya sangat menyayangi orang tua itupun pasti rasa kasih sayangnya tidak akan pernah bisa melebihi kasih sayang orang tua terhadap anaknya. itulah realita yang ada. Jadi, kenapa doa orang tua itu pasti lebih kuat dibandingkan anaknya, karena kasih sayang anak tidak pernah bisa melebihi kasih sayang orang tuanya.

Yang bisa gue ambil kesimpulan di sini adalah ketika doa seorang anak bisa bersinggungan dengan doa kedua orang tua, insyaAlloh jalan dan keinginan si anak pun akan dikabulkan. hal yang paling berat adalah ikhlas bahwa kita adalah anak dari orang tua kita. karena pola pikir tiap orang itu berbeda-beda. dan terkadang keinginan anak tidak sama dengan keinginan orang tua.

Suatu hari mas dan gue ini berdebat panjang lebar mengenai intuisi.
Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran (Wikipedia)

Kakak gue sangat keras kepala akan intuisi dia. Sehingga membuat geger dunia persilatan. hihi.
Tapi menurut gue, hal yang dikatakan kakak gue itu bukanlah intuisi. karena intuisi itu tidak pernah menggunakan nalar dan logika. tidak terhubung dengan karakter siapapun. di saat ada persaaan sombong dan tidak ikhlas, intuisi itu tidak akan berjalan dengan sempurna. itu hanyalah keinginan di luar kesadaran yang tidak tersampaikan. itu sih menurut gue.

karena bisa dibilang, kehidupan gue ini penuh dengan intuisi. dan tiba-tiba tadaaaaaa, di sinilah gue berada, akan mencapai usia seperempat abad. gue gatau prosesnya gimana hingga gue sampai pada titik ini.
karena ketika kita mengikuti intuisi tersebut, entah bagaimana ceritanya sesuatu itu akan menuju kepada keinginan kita yang paling mendasar tanpa disadari. dan terkadang manusia yang penuh dengan logika itu seringkali menepisnya. hingga harus melewati jalan yang berkelok-kelok dan penuh dengan kegagalan.
karena manusia seringkali lupa, bahwa mereka hanyalah manusia. biasanya laki-laki ini jarang sekali menggunakan intuisi mereka, karena tentu saja struktur otak yang berbeda dengan perempuan. mereka seringkali menggunakan logikanya.
Sedangkan gue termasuk orang yang tidak pernah bisa membedakan logika dengan hati. rasanya mereka itu sudah menyatu. dan di saat hati dan logika gue bentrok, hal itulah yang harus gue benahi sehingga tidak terjadi halang rintang yang menjadi-jadi. itu ditandai dengan perasaan yang tidak enak, atau gue menggunakan logika dan berusaha mengabaikan perasaan gue. karena pada dasarnya manusia adalah makhluk individu dan sosial. dan gue gatau yg sedang gue benahi adalah logika atau hati. begok.

Gue termasuk orang yang nerimo. iya, bahkan terkadang disaat sesuatu tidak berjalan dengan keinginan gue, yang dilakukan cuma nangis and don't know what to do. lalu tiba-tiba ada jalan yang gue sendiri gatau tiba-tiba muncul darimana. dan gue mengikutinya dengan ikhlas karena memang don't now what to do.
beda kan sama laki-laki? mereka selalu bisa berpikir di saat mencapai titik terbawah sekalipun.

dan ini berkaitan erat dengan doa kita saat kita masih kecil hingga sekarang. apa yang sering ucapkan dalam doa? itulah yang akan membimbing kita sampai sekarang. gue seringkali mengucapkan doa, minta diberikan jalan yang lurus, sehingga seberapa jauh gue berbelok ke arah yang aneh-aneh, ujung-ujungnya selalu disadarkan ke jalan yang lurus lagi. membuat gue selalu dibilang naive.

tapi semua orang sudah ditakdirkan dengan jalannya masing-masing. pola pikir masing-masing. jadi, apa yang gue pelajari paling berharga hingga sekarang adalah ketika kita memikirkan orang lain, ternyata semua hal baik akan menuju pada kita dengan tidak cuma-cuma.
ya, bahkan seringkali gue gatau apa keinginan gue sendiri. tapi ketika gue harus mengikuti kemauan orang yang berbeda-beda, gue akan mengalami depresi dan tetiba dibangkitkan semangatnya entah bagaimana caranya. Iya, ternyata Alloh itu baik ya.

buktinya selalu banyak cara yang Dia lakukan tanpa kita ketahui.
Mungkin ini memang sudah jalannya. Jadi mari kita ikhlaskan saja.
Tapi dari sekian banyak hal yang disayangkan, adalah sifat manusia yang sombong.
ah sudahlah, mari kembali ke realita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar