Jumat, 07 Maret 2014

Zona Abu-Abu

Pada dasarnya:
"Wanita selalu ingin menjadi yang utama"

Begitulah slogan yang membawa wanita berada pada gemerlap dunia, mudah ditipu, dan (amit-amit) neraka.
Makanya, ikhlas untuk menjadi korban poligami itu hanyalah bullshit semata. Kecuali, jika dan hanya jika sang laki-laki dapat memperlakukan semua wanitanya adil.
Dan karena si pria tau bahwa wanita memang ingin menjadi yang utama, jadilah sifat pria yang pada dasarnya tidak pernah puas itu menghalalkan segala cara sehingga terjadilah perpecahan dan kegundahan gulana dalam setiap rumah tangga.

Kalau si wanita menyenangkan hati mereka dengan doktrinasi kata-kata:
"Banyak wanita yang bisa diajak senang-senang, tapi cuma gue wanita yang bisa menerima dia ketika dia dalam waktu yang sulit"
Jadi, maksud eloh, lo mau terima susahnya doang?
HAHAHAHA (amit-amit)

Sudah menjadi kodrat bahwa pola pikir wanita dan pria itu berbeda. Sangat berbeda! Pria menuntut wanita untuk memahami mereka, tidak menginjak harga diri mereka, dan wanita menuntuk untuk diperhatikan dan dijadikan yang utama. Tapi cara mereka berbeda, menyebabkan kesalahpahaman lagi.

Kebayang kan, ribetnya, bosennya, jenuhnya, saat kalian para wanita dan pria menikah kelak?
Makannya Alloh itu baik, memberikan berkah berupa anak untuk menghilangkan kegundah gulanaan kalian ini. Dilema dan kebahagiaan berkeluarga.

Dan keraguan itu terus muncul secara signifikan.
Untuk saling memahami itu memerlukan effort yang begitu besar.
Untuk mengarungi bahtera kehidupan baru itu sungguh mengerikan.
Untuk menerima semuanya dengan ikhlas itu sulit.

Karena saling menuntut itu tidaklah baik.
Karena itu hanya membuat sesuatu menjadi mengerikan.

Jadi, tidak apa, jikalau memang belum saatnya.
Tidak apa, jikalau memang sudah saatnya.
Tidak apa, jikalau belum berjodoh.
Tidak apa, jikalau memang berjodoh.

Dimana saya tidak dapat meyakini apa yang dirasa benar
Dimana saya tidak dapat meyakini apa yang dirasa salah
Hanya tahu, dimana saya berada dalam zona abu-abu

Maka ikhlaskan, semoga semua berbuah menjadi baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar