Rabu, 21 Mei 2014

Level

Saya percaya bahwa pada dasarnya semua manusia itu baik.

Menurut saya, baik dan tidak baik itu hanyalah sugesti yang manusia berikan terhadap aturan-aturan mereka sendiri kepada kaum mereka sendiri. Dan oleh karena itulah praduga tak bersalah seringkali terjadi, yang dapat menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Saya juga merasa bahwa percaya diri dan sombong itu berbeda tipis.
Percaya diri berarti meyakini diri akan sesuatu hal yang dianggap baik, tanpa merendahkan orang lain. Sedangkan sombong, adalah ketika meyakini sesuatu hal yang dianggap baik, beserta rasa lebih dari orang lain-cenderung merendahkan.

Einstein melontarkan teori relativitas, yang sebenarnya menyatakan bahwa ketidakpastianlah hal yang paling pasti. Jadi, memang benar dan salah, baik dan buruk itu adalah sesuatu yang tidak mutlak.

Jadi, jika tulisan saya ini dikaitkan dengan isu yang hangat 1 taun belakangan ini dengan konsep jodoh, bahwa "perempuan yang baik-baik akan mendapatkan laki-laki yang baik-baik, begitupun sebaliknya", sebenarnya makna dibalik itu semua adalah relatif.

Maksud relatif di sini adalah ketika seseorang menyatakan bahwa orang lain itu adalah baik, sebenarnya belum tentu menurut Alloh, orang tersebut baik, begitupun sebaliknya. karena kita tidak pernah tau hati orang sesungguhnya dan juga masa depannya akan seperti apa.

Dan jika dikaitkan dengan konsep aksi reaksi, bahwa sesungguhnya judgment yang kalian berikan kepada orang lain, sebenarnya judgment tersebut juga berlaku kepada diri anda sendiri.

Makanya saya lebih suka menganggap bahwa semua orang itu pada dasarnya baik. Sampai dimana seseorang itu melakukan sesuatu hal kepada saya, baru saya kemungkinan besar akan mengelompokkan ke kategori baik dan buruk di kamus saya. Tapi jika saya hanya menjadi pemantau atau sekedar mendengar cerita tentang orang tersebut dari mulut ke mulut manusia, saya tidak berani memberikan penilaian apapun.

Ah, dunia ini penuh sekali dengan judgment. Penuh sekali dengan orang-orang yang munafik. Mengatakan dirinya beragama, tetapi sikapnya menyatakan hal lain, mengatakan dirinya agnostik, tetapi memiliki sikap yang sangat bijaksana, atau mengatakan dirinya tidak percaya Tuhan, tapi berdoa kepada alam semesta.

Karena sejujurnya saya tidak pernah mengerti mengapa orang suka memilih-milih teman, padahal tidak pernah membuat dirinya rugi.
Karena menurut rosulullah, bahwa perbanyaklah silaturahmi jika ingin memperbanyak rejeki.

Jadi, saya sesungguhnya geregetan jika mengalami langsung, ada orang yang merasa dirinya paling oke sedunia dan merendahkan orang lain. saya geregetan, sungguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar