Selasa, 13 Mei 2014

Tantang UNAS?


Dilatarbelakangi berita dari media yang entah hoax atau engga, tentang anak-anak yang pada komplain.

Awalnya kesel juga sama berita kayak gini. kok kayak ga ada daya juangnya si anak jaman sekarang ini, kerjaannya ngeluh dan ga mau ambil pusing. apalagi dengan komplain yang menurut saya sangat tidak intelek.
Duh, nak, belajar apa aja sih di sekolah sampai ga bisa berperilaku agak elegant gitu.

tapi, kemudian saya berkaca lagi kepada sudut pandang yang lain. perkembangan anak yang menjadi tidak baik ini, sebenarnya salah siapa sih?

kalau kita berkaca kepada sudut pandang bahwa orang tua bertanggung jawab penuh kepada pendidikan anak-anaknya, seharusnya yang disalahkan adalah orang tua kan. berarti dalam hal ini, sistem pendidikan di Indonesia itu sudah ngelantur, dan sama sekali tidak ada yang tergerak sedikitpun untuk mengatasi hal ini.

kalau menurut saya, bukan karena soal-soal UNAS, atau gara-gara si anak yang mengeluhkan perihal SOAL UJIAN tersebut, tapi lihatlah tindakan si anak yang MENGELUHKAN soal ujian, dan KOMPLAIN yang tidak intelek. dua hal yang berbeda bukan?

berarti sudah terlihat jelas bahwa SISTEM PENDIDIKAN di Indonesia bukan lagi tentang mendidik, tetapi hanya sekedar mengajar si anak supaya PANDAI MATA PELAJARAN.

kalau dulu, mata pelajaran yang saya dapat waktu SD, SMP, dan SMA tidaklah sebanyak sekarang, tapi saya tidak pernah mengeluh dikala soalnya sulit, atau tugas yang diberikan itu banyak. karena jujur, saya masih sangat merasakan didikan dari seorang GURU itu sangatlah berarti untuk perjuangan saya ke depannya.

saya tidak disuruh untuk pandai matematika atau pelajaran lainnya, tapi saya diajarkan untuk disiplin, bertanggung jawab dengan apa yang saya perbuat, dan berjuang sampai titik darah penghabisan. dan selalu diajarkan bahwa budi pekerti itu harus ditanamkan setiap saat.

jadi, saya rasa orang-orang jaman dulu jika sudah diajarkan seperti itu, mau dikasih soal ujian kayak gimanapun, pasti mereka juga ga akan ngeluh dan komplain dengan tindakan yang sangat tidak intelek.

karena memang kami diajarkan cara hidup, bukan sekedar teori.

jadi, apa sih yang salah dengan sistem pendidikan sekarangkah?
terlalu banyak pelajarankah?
waktu yang tersita karena tugaskah?
atau karena guru sudah tidak lagi menjadi pendidik?
atau karena gaji guru tidak memadai untuk melakukan tindakan mendidik-kah?
atau karena ada CAFTA yang menginvasi Indonesia yang memang belum siap-kah?
atau apa?

sedih, saya sedih.
setiap kali semua kaum-kaum intelek menyalahkan anak bau kencur yang memang ilmu hidup mereka belum seberapa.

kalau dipikir ulang, berhak marahkah guru disaat ada anak didiknya yang nakal atau bandel?
berhak-kah sang guru melibatkan emosinya di ruang kelas?
karena setau saya, ilmu mereka jauh lebih tinggi dibandingkan anak-anak bandel dan nakal itu.
karena setau saya, itulah kewajibanmu pak, bu, guru untuk bisa mendidik anak-anak supaya tidak tersesat hidupnya.

tapi, mereka juga manusia yang butuh support.
mereka juga butuh kepercayaan untuk bisa meng-handle anak-anak didiknya.

karena jaman sekaranpun, tidak sedikit orang tua yang menyalahkan guru ketika berusaha mendidik anak-anaknya di sekolah. dan khawatir berlebihan cenderung si anak ingin mencari perlindungan dari orang tuanya yang memiliki kekuasaan tidak bertanggung jawab.

jadi, marilah kita berkaca kepada diri sendiri, jangan saling menyalahkan.
dan jangan termakan berita media yang terkadang terlalu dibesar-besarkan.

karena begitu ada permasalahan, berarti pihak-pihak yang terkait itu salah.
berarti kita belum bisa menjadi warga negara dan pejabat negara yang baik.
simple.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar