Rabu, 23 Maret 2016

DEPRESSION

01.00 PM

SAYA HAID!

Kamu tau perasaan dimana hidup segan mati tak mau? Inilah hal tersulit yang paling membuat saya depresi. Dimana saya takut embrio saya tidak berkembang dengan baik walaupun saya berusaha menahannya agar tetap ada di rahim saya, tapi saya juga tidak mau kehilangan si calon bayi.

Lalu saya haid dan jaringan keluar lagi lebih besar daripada hari kemarin.

Lemas
Sedih
Mewek

Mungkin banyak calon ibu di dunia ini yang mengalami hal seperti saya. dan mungkin menurut mereka saya ini lebay. sedih berlebihan. walaupun banyak yang bilang nanti juga bisa hamil lagi. yang penting kontrol dulu dan rahim tidak ada masalah.

Mau tau kenapa saya super sedih nyaris tidak bertenaga dan pikiran saya melayang kemana-mana seperti orang linglung?

Karena saya merasa gagal. Saya merasa Alloh SWT tidak percaya kepada kami yang artinya kami, saya dan suami, masih banyak kekurangan. kalau dilihat secara finansial, banyak yang lebih sulit dari kami, tapi mereka tetap diberi kepercayaan, berarti finansial bukan menjadi faktor utama kan? lalu apakah dikarenakan mental? ya mungkin. atau dikarenakan kami takabur? mungkin juga. Jadi, saya sedih luar biasa karena saya merasa bahwa mungkin kami terlalu takabur, tidak siap mental, belum berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan si calon bayi. iya, saya depresi.

Atau kalau mau berfikir positif, mungkin ada hikmah di balik semua ini. iya, kami mungkin tidak seberani orang tua lainnya untuk mengambil resiko dan mempercayakan semuanya pada Alloh SWT. ada kakak ipar saya yang rela bolak-balik jemput dan mengantar istrinya yang sedang hamil BDG-Majalengka, ada teman saya yang keluar dari kerja dan menjadi pengangguran untuk beberapa saat ketika istrinya terjadi pendarahan, ada yang rela mempertaruhkan hubungan baiknya dengan orang demi mempersiapkan fasilitas yang baik untuk anaknya, ada yang rela melepaskan karir demi anak. kami? belum. tidak ada satupun pengorbanan yang kami lakukan untuk memberikan yang terbaik untuk calon bayi. jadi, kalau ini terjadi, yasudah harusnya saya ikhlas. tapi pada kenyataannya, ternyata itu hal yang paling sulit dilakukan. saya tetap menangis walaupun secara logika saya sudah bisa menerima hal itu, tapi, hati saya tidak bisa menerimanya sama sekali.

kejadian ini super tiba-tiba. kemarin siang saya pendarahan, divonis janin sudah lepas, hanya dalam kurun waktu yang singkat, 2 jam saja. tidak merasa nyeri, tidak merasakan apapun. iya, saya sendiri juga kaget kenapa tiba-tiba pendarahan.

Mungkin ini cara Alloh SWT menunjukkan kekuasaannya. pasti ada hikmah yang harusnya saya petik. iya. saya percaya itu.

tapi, tahukah kalian? rasanya luar biasa sedih. iya, saya sedih. saya sangat sedih dan merasa dunia hancur. oke saya lebay, tapi itulah rasanya. hati saya masih belum bisa menerima.

Dan semoga, semua orang tua di dunia ini, menjaga anaknya dengan totalitas. karena begitu saya diberi kesempatan, lalu kesempatan itu diambil, rasanya luar biasa sakit. iya, hati saya sakit. saya sedih. semoga Alloh SWT masih mau memberikan kesempatan untuk kami agar bisa menjadi orang tua. Amiiiiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar