Selasa, 05 April 2016

sempurna?

3 hari lalu saya terbang ke bandung. menemui madam. menyatakan saya sudah di Bandung siap bertempur. diwejangi, berkarir di sini tidaklah mudah, harus tahan banting. lalu keesokan harinya, bertemu mister, diberi segudang mimpi dan wejangan bahwa saya harus siap berjuang untuk dianggap setengah dewa. tapi saya malah senang, artinya dalam beberapa waktu ke depan saya akan sibuk dan sangat sibuk menggunakan otak saya. lalu saya bertemu suhu satu, dan langsung diberi tugas. saya senang.

jika ingat tiga hari lalu sebelum saya berangkat ke bandung, rasanya beraaaaaaat ketika packing yang artinya, saya lebih memilih kehidupan bandung dengan segala resikonya yaitu berjauhan dengan suami saya yang sampai sekarang karirnya masih menggantung di pulau seberang. Alloh belum juga membukakan jalan agar suami saya bisa merapat ke bandung dan sekitarnya. saat saya mellow, suami saya bilang, "saya menyuruh kamu kembali ke bandung karena tidak mau kamu sedih" lalu bisa ditebak saya banjir tangis. apalagi ketika suami saya bilang bahwa tidak ada lagi yang akan menunggu suami saya pulang kantor di rumah. betapa merasa durhakanya saya kepada suami saya karena saya tidak ikhlas dan kurang sabar dengan kondisi saya. ya, saya sempat frustasi hanya menjadi IRT dan tidak melakukan apapun, jauh dari bayangan saya untuk bisa menjadi IRT yang sibuk. huhuhuhu

tapi, ini pilihan yang sudah dipilihkan Alloh SWT untuk kami. saya tidak bisa menerka apa yang akan terjadi di masa depan. sekarang, saya akan menjalani dengan mengeluarkan seluruh kemampuan saya. karena saya tidak mau pengorbanan suami saya sia-sia. saya percaya ini yang terbaik untuk kami. Inshaa Alloh.

hidup itu tidak akan pernah sempurna, semuanya punya resikonya masing-masing :(

terimakasih untuk suami saya yang selalu memikirkan yang terbaik untuk semua orang yang disayanginya. semoga Alloh akan terus memberikan yang terbaik untuk suami saya, amiiiiiiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar