Minggu, 08 Januari 2017

Nipple Confusion (Bottle Is Banned For Baby)

Pernah berdebat dengan ibu-ibu mengenai penggunaan botol terhadap bayi yang akan mengakibatkan bayi kebingungan untuk membedakan antara puting dan botol?

Silakan teman-teman baca jurnal of perinatology ini yang akan membuka pikiran anda,

http://www.nature.com/jp/journal/vaop/ncurrent/full/jp201583a.html

Jurnal ini menceritakan perdebatan penggunaan pacifier/empeng dan dot. Perdebatan emak-emak di lingkungan saya mengatakan bahwa empeng itu tidak boleh digunakan, begitupun dengan dot. kalo empeng katanya akan mengubah bentuk gigi (belum saya klarifikasi lagi dengan mencari faktanya), dan dot menyebabkan anak sulit membedakan mana yang puting dan mana yang dot.

Akan tetapi, menurut jurnal yang ditulis oleh E Zimmerman and K Thompson, menyimpulkan dari berbagai macam penelitian yang terkait dengan nipple confusion untuk penggunaan dot dan pacifier, bahwa ternyata penelitian yang menyatakan bahwa pacifier tidak bermasalah dengan kebingungan anak terhadap nipple itu lebih banyak dibandingkan penelitian yang menyatakan bermasalah. sedangkan, penelitian yang membahas penggunaan dot, yang mengakibatkan anak bingung dengan puting emaknya itu jauh lebih banyak daripada yang menyatakan bahwa tidak berpengaruh terhadap kebingungan membedakan puting.

AKAN TETAPI, penelitian terkait penggunaan dot harus diteliti ulang dengan variabel baru yaitu mengenai latch on/menempelnya anak pada puting. Karena posisi menempelnya anak pada puting ibu sangat mempengaruhi dalam kebingungan anak untuk membedakan antara puting atau dot.

Jadi, para ibu-ibu, daripada berdebat untuk masalah penggunaan dot dan empeng, posisi menyusui anak yang benar itu sangat mempengaruhi proses menyusui anak. Itulah hal yang paling penting. Jangan sampai melarang working mom untuk menggunakan dot padahal faktanya masih diperdebatkan, atau menambahkan variabel-variabel lain yang membuat ibu-ibu lain galau saat menggunakan dot padahal itu hanya asumsi ibu-ibu saja yang kurang pengetahuannya.

Tolonglah share informasi dengan bijak. Jangan menambahkan informasi dan mengurangi informasi, kalau tidak tahu apa penyebab dan solusinya, jangan sok tahu. lebih baik menceritakan pengalaman ibu-ibu sekalian daripada sok tau melarang atau membolehkan sesuatu yang sebenarnya ibu-ibu tidak pernah lakukan dan hanya mendengar desas desus dari tetangga atau pekerja kesehatan yang mereka juga memiliki pro dan cons sendiri. oke?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar